My Blog

My WordPress Blog

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK- Prihatin dengan stigma Kampung Beting yang kerab dihubungkan dengan peredaran barang haram narkoba, Persatuan Orang Melayu Kalimantan Barat meminta kepada Pemerintah Kota Pontianak dan Stakeholder terkait melaksanakan program terobosan, sebagai upaya menekan peredaran narkoba di Kota Pontianak dan Kalimantan Barat.

Agus Setiadi, Ketua POM Kalimantan Barat menyampaikan bahwa persoalan di Kampung Beting merupakan tangung jawab bersama, tidak hanya dari masyarakat namun juga pemerintah, oleh sebab itu ia berharap seluruh pihak dapat bersatu padu untuk menyelesaikan peredaran narkoba yang kerab melekat kepada Kampung Beting.

”Stigma kampung narkoba, menurut masyarakat Beting sendiri tidak seperti itu, Beting ini hanya dijadikan tempat transit peredaran narkoba, banyak pelakunya dari luar kampung Beting,”ujarnya, kamis 24 Februari 2022.

Dalam upaya mengubah stigma Kampung Beting yang banyak dikenal dengan Kampung Narkoba, POM Kalbar disampaikan oleh Agus sudah menyiapkan serangkaian program tersendiri untuk membantu pemerintah dan Kepolisian.

• Rumah Zakat Nasional Nobatkan Gubernur Sutarmidji sebagai Tokoh Pemberdayaan Tahun 2021

Pertama, pihaknya sudah menyiapkan program bagi kalangan milenial khususnya yakni dengan program seni budaya dan olahraga.

“kita sudah menyiapkan program untuk latihan Pencak Silat, Seni Budaya dari Sanggar, sehingga anak – anak muda ini meraka waktu dan energi mereka dapat tersalurkan secara positif,”tuturnya.

https://www.thailotto.bet/

 

 

Kedua, pihaknya sudah menyiapkan beragam program kegiatan sosial bagi para remaja dan masyarakat.

Lalu, program pendekatan melalui berbagai pelatihan pengembangan UMKM pun disiapkan untuk mendekati dan memberdayakan masyarakat sekitar.

“kita mencoba mendekati milenial dan remaja disana menggunakan pendekatan seni budaya, olahraga, dan ini sudah kami koordinasikan dengan Walikota, beliau sangat mendukung program ini,”ujarnya.

Selain Seni Budaya dan Olahraga, pendekatan spiritual kepada masyarakat setempat dengan melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan.

Stigma kampung Beting sebagai kampung narkoba dikatakan Agus memiliki dampak negatif yang sangat besar bagi masyarakat.

”stigma ini berdampak ekonomi dan berdampak pada matapencaharian masyarakat yang tinggal disana, bila ditanya warga mana dan menyebut warga Beting susah cari kerja, mau ajukan kredit susah, stigma ini yang sangat merugikan masyarakat,”

“oleh sebab itu kami akan melakukan pendekatan khusus yang dapat mengingatkan sekaligus menggerakan masyarakat untuk bersama – sama mengubah stigma kampung Beting dari kampung narkoba menjadi Kampung Religius, Kampung Seni Budaya dan Olahraga,”tutupnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

02

Penyelamatan bangkai kapal karam kayu berusia 160 tahun di China dimulai

© Disediakan oleh XINHUA

Foto dokumentasi ini menunjukkan peninggalan budaya yang ditemukan dari Bangkai Kapal Karam Kuno Yangtze No. 2 (Xinhua/Administrasi Warisan Budaya Kota Shanghai)

   SHANGHAI, 2 Maret (Xinhua) — Penyelamatan bangkai kapal karam berusia 160 tahun, yang merupakan bangkai kapal karam kayu terbesar dan dengan kondisi paling bagus yang ditemukan di bawah air di China sejauh ini, dimulai pada Rabu (2/3).

   Kapal karam dengan sejumlah besar peninggalan budaya itu merupakan kapal dagang pada masa pemerintahan Kaisar Tongzhi (1862-1875) di periode Dinasti Qing.

   Dinamai Bangkai Kapal Karam Kuno Yangtze No. 2, kapal tersebut ditemukan tenggelam pada kedalaman 5,5 meter di bawah dasar laut di perairan beting Hengsha di sebelah timur laut pulau Hengsha di Distrik Chongming, Shanghai.

   Menurut penyelidikan arkeologi, kapal itu memiliki panjang sekitar 38,5 meter dan lebar 7,8 meter di bagian terlebar di tengahnya. Kapal ini memiliki 31 kabin dan dipenuhi peninggalan budaya yang indah seperti porselen yang dibuat di Jingdezhen, “ibu kota porselen” yang terkenal di dunia di Provinsi Jiangxi, China timur.  Selesai

Leave a Reply

Your email address will not be published.